TEGAKKAN HUKUM SEADIL-ADILNYA, SELURUS-LURUSNYA, MEWUJUDKAN KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, BERDASAR PANCASILA DAN UUD.1945,
Senin, 19 April 2021
Senin, 12 April 2021
Senin, 05 April 2021
JANGAN MELUPAKAN SEJARAH
DUA PETUGAS PELAKSANA PEKERJAAN LUKA BAKAR SERIUS.
Petugas Teknik Pemeliharaan melaksanakan pekerjaan rutin satu tahunan.
Jadual pekerjaan yang akan dikerjakan adalah penggantian minyak tahanan isolasi PMT 20KV Bulk oil.
Petugas 5 orang.. kira-kira pada pukul 07.00, petugas sudah siap dilokasi Serandang 20 KV, lengkap dengan pakaian kerja dan alat pengaman diri, seperti sepatu kerja, helm, alat-alat bantu lainnya yang akan digunakan untuk bekerja, seperti kunci ring, kunci pass, tackel, sling kawat baja dll.
Tinggal menunggu komando, dari penanggungjawab pekerjaan.
Material lain yaitu satu drum minyak cadangan, untuk mengganti minyak PMT 20KV, sesuai rencana pemeliharaan tahunan, yang sudah dijadualkan saatnya untuk ganti minyak.
Dan satu drum kosong, untuk menampung minyak bekas pakai.
Kami Regu Teknik bekerja dilingkup areal berbahaya, langkah-langkah kerja wajib sesuai dengan ketentuan Standarad Operating Procedure (SOP).
Menunggu dengan pasti dan meyakinkan laporan dari petugas pengawas manuver yaitu petugas yang mengikuti pelaksanaan langkah-langkah pembebasan tegangan, dan mencatat jam-jam peristiwa saat pelepasan pms rel, maupun pms line, dan memasukan pms tanah atau grounding, harus sudah benar-benar nyata posisinya dalam keadaan dimasukan, sesuai urutan langkah2 kerja SOP.
Semuanya dipantau, diawasi secara ketat, karena menyangkut nyawa manusia, bahwa informasi yang disampaikannya sudah harus benar-benar valid diyakini aman, telah bebas dari tegangan listrik, baru bisa dimulai pelaksanaan pekerjaannya.
Setelah petugas pemeliharaan menerima laporan resmi dari petugas pembebasan tegangan listrik, bahwa sudah bebas dari tegangan listrik dan aman apabila dikerjakan, maka pelaksanaan pekerjaan siap dimulai.
Saat obyek yang akan mulai dikerjakan, seperti ada keanehan perasaan merinding, dan terdengar suara gemericik seperti sura air mengalir diselokan, tapi suaranya tidak begitu keras, nyaris tidak terdengar.
Petugas yang akan bekerja, tidak menghiraukan keanehan itu, tetap saja memulai melaksanakan pekerjaannya itu.
Padahal mungkin Tuhan sedang memberi isyarat, suatu peringatan keras, supaya jangan ceroboh, wajib dichek ulang pelaksanaan pekerjaan berkenaan dengan pembebasan tegangan listrik, berisiko sangat berbahaya, apabila alat yang akan dikerjakan masih ada tegangan listriknya,
Tanpa diketahui semua petugas memang alat yang akan dikerjakan itu ada salah satu bagian dalamnya sangat berbahaya, karena masih ada terhubung stroom bertegangan tinggi yang mematikan.
Jika nekat masih saja tetap melaksanakan pekerjaan itu, tentu akan semakin mendekati maut.
Dan jika terjadi memegang alat itu, ajal pasti tiba, malaikat pencabut nyawa sudah ada didekatnya. Diantara lima petugas pemeliharaan mana yang duluan, atau bahkan bisa saja sekaligus limanya menjadi korban,
Astaghfirullah aladzim, mohon ampunanMu ya Allah.. Karena ketidak tahuan kami adanya alat berbahaya bertegangan tinggi yang masih ada pada alat yang akan dikerjakan.
Demi Allah..seandainya sudah diketahui duluan bahwa pekerjaan yang dihadapi masih ada alat yang bertegangan tinggi, tentu tidak ada petugas yang mau melaksanakan pekerjaan itu.
Walau dibayar seberapapun, tentu tidak ada yang mau.
Satu persatu baud tangki pada bagian luar PMT mulai dilepas,
Tackel dan sling sudah dipasang dikaitkan dengan bodi PMT yang memang sudah ada lubang tempat cantolannya.
Dapat dibayangkan jika mengetahui pekerjaan yang dihadapi pada bagian dalam PMT adalah stroom listrik bertegangan tinggi, yang tidak bisa dilihat dengan mata kepala, dan jika semua baudnya sudah dilepas, tangkinya mulai diturunkan, petugas mulai mengerjakan bagian dalam PMT apa yang bakal terjadi.?
Detik-detik pelaksanaan pekerjaan mengerikan, pelaksana pekerjaan tidak ada yang mengetahui keadaan berbahaya, dengan tenangnya petugas sudah mulai melepas baud-baudnya.
Posisi tackle sudah siap digunakan untuk menurunkan tangki PMT.
Petugas yang bernama Kosim sudah mulai menggerak-gerakan Tackel, untuk menurunkan posisi tangki dari atas kebawah, yang tadinya berada diatas, terkunci oleh baud-baud, sekarang baud-baudnya sudah lepas semua, tangki PMT sudah mulai bergerak turun…
Saudara Edi memegang tackel sebelah kanan, berada didekat bushing yg diduga masih bertegangan, dan paling dekat dengan tangki yang sedang diturunkan, kami berlima tidak ada rasa takut atau kekhawatiran sama sekali, bahwa bagian dalam PMT ada malaikat maut yang akan menghantarnya ke alam Baka.
Pelan-pelan tangki mulai turun, tiba-tiba “deeaarrrr,” suara sangat mengagetkan, ada bunyi ledakan keras disertai bunga api panas,
Petugas menjadi limbung, berhamburan menyebar, masing-masing menyelamatkan diri, menjauhi titik api, sambil istighfar, dengan suara keras, berteriak, memohon Ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa “ASTAGHFIRULLAH ALADZIM..!! ASTAGHFIRULLAH ALADZIM.!!....” MOHON AMPUN YA ALLAH..MOHON AMPUN YA ALLAH..!!"
Ucapan spontanitas juga tanpa dipikir terlebih dahulu… mengumpat petugas yang melaksanakan manuver, langkah langkah kerja pembebasan tegangan untuk memulai pelaksanaan pekerjaan gagal total, tidak sesuai tujuannya yaitu yang seharusnya bebas dari tegangan ternyata keadaannya masih terhubung tegangan listrik…
Dua orang korban terpuruk luka bakar serius, melukai saudara Edi dan saudara Kosim, menjadi korban kecelakaan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Mereka berdua segera dilarikan kerumah sakit, untuk mendapatkan pertolongan, mengobati luka-lukanya..
Berntung tangki PMT saat diturunkan posisinya miring sehingga terlebih dahulu menyentuh bodi PMT terjadilah hubung singkat karena menyentuh kontak diam yang ada didalam ruang tanggki PMT yang diduga mengandung stroom bertegangan tinggi itu.
Jika tidak terlebih dahulu terjadi hubungsingkat maka dapat diduga yang bakal terjadi justru akan lebih parah lagi.
Yaitu para petugasnya yang menjadi korban langsung terkena stroom.
Karena takdirlah yang menentukan terhindar dari maut.. yaitu justru saat terjadi hubung singkat dengan bodi tangki itulah, Allah SWT telah menyelamatkan jiwa semua petugas yang bekerja berhadapan dengan alat yang bertegangan tinggi itu, menjadi terhindar dari maut.
Kami petugas yang saat itu melaksanakan pekerjaan, bersyukur kepada Allah SWT masih ada sisa umur dapat pulang betemu bersama keluarga anak dan istri dirumah.
Tentu masih bersyukur pula, rekan Edi dan Kosim bisa selamat walau keadaanya luka bakar sehingga masuk Rumah Sakit, masih bisa ketemu dengan keluarganya di Rumah Sakit.
Dipredikisi jika tidak menyentuh bodi, tidak terjadi korsleting langsung dengan bodi tangki, pasti petugas masih dengan tenangnya, asyik melaksanakan pekerjaanya itu dan dilanjutkan dibagian dalam PMT yang masih ada alat yang bertegangan tinggi.
Tentu akibat peristiwanya menjadi lain, yaitu petugasnyalah yang menjadi korban kena stroom langsung dan pasti akibatnya lebih parah lagi banyak tubuh rekan yang gosong menjadi arang, nyawanya melayang banyak kerabat korban yang terguncang…
Setelah ditelusuri penyebab alat yang dikerjakan masih bertegangan, ternyata PMS Rel 20KV satu Phasa belum dilepas, (satu phasa T masih masuk Rel 20KV.)
Human Error, petugas lupa melepas PMS Rel phasa T.
Demikianlah suatu peristiwa nyata bukan hoax, riwayat pelaksanaan pekerjaan penggantian minyak PMT 20 KV, terjadi human erorr, bisa dipertanggungjawabkan kebenaran kisahnya sebagai fakta sejarah...
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 21 April 2020
Langganan:
Komentar (Atom)
"WAJIB SALING INGAT MENGINGTKAN, NASEHAT MENASEHATI DLM HAL KEBAIKAN UNTUK MENTAATI KEBENARAN"
PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP: YG MEMBIMBING PERILAKU, MORALITAS DAN DASAR NEGARA. DENGAN PESAN-PESAN, KHUSUS YANG MENJADI PROGRAM PEME...
-
Add caption PEMIMPIN PEDULI Menggaris bawahi Perkataan bapak Kuntoro Mangku Subroto saat menjadi orang nomor satu di PLN:.......
-
( MENJADI PENGACARA BAGI DIRI SENDIRI UNTUK MELAWAN KEDZALIMAN/PENISTAAN TERHADAP KE-MANUSIA-AN) **meresapi butir butir sila kemanusiaan yg ...
-
PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP: YG MEMBIMBING PERILAKU, MORALITAS DAN DASAR NEGARA. DENGAN PESAN-PESAN, KHUSUS YANG MENJADI PROGRAM PEME...





